zara's posts with tag: visit indonesia 2008

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag visit indonesia 2008
Blog EntryHari gini Visit Indonesia??Feb 12, '08 10:12 AM
for everyone

Beberapa saat lalu seorang teman mengajak saya untuk mengikuti seminar tentang visit Indonesia Year 2008, di departemen kebudayaan dan pariwisata. Terpikirlah tentang satu tema itu.

 

Visit Indonesia year 2008!!!! 

 

Ketika mendengar gaungan itu hati ini jadi menciut dan memaksa berkata, “masih jaman?”

 

Setelah tragedi banjir tanggal 1 Februari 2008 lalu yang meluluhlantahkan bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Yang merupakan pintu masuk bagi datangnya tamu-tamu luar negeri.

Tamu-tamu yang diundang oleh tuan rumah yang kelimpungan dengan persoalan dapurnya sendiri.

Tuan rumah yang mengundang orang untuk datang namun pintu rumahnya terendam air.

Sehingga tamu-tamu yang berdatangan dari negeri jauh, eropa, asia, amerika, harus terjebak berjam-jam lamanya di Changi Airport, Singapura.

Sementara si tuan rumah tidak menyuguhkan sedikit hiburan untuk tamu-tamu yang mendarat di negeri tetangga.

Oh, menitipkan ratusan tamu di halaman tetangga karena masalah pintu rumah yang terendam air karena kesalahan si pemilik rumah sendiri....

Etis-kah?

Dimana sopan santun negeri ini.

Dimana keramah-tamahan menerima tamu ketika mengundang mereka datang?

Dimanakah malu bangsa ini kalau masih berani mengumandangkan slogan ‘kunjungi kami’ di atas itu?

Bagaimana tidak media-media luar memberitakan hal yang memperburuk citra negeri ini?

Jalan tol menuju bandara yang juga terendam banjir dan menutup kemungkinan semua jalannya kendaraan. Jalan tol itu dibuat sekitar tahun 80-an, dengan kondisi kanan kiri rawa. Para ilmuwan pembuat jalan tol ini telah memperkirakan sejak awal bahwa 15 tahun dari tanggal pembuatannya, jalan tol tersebut akan ambles ke bawah sekitar 1-2 meter. Itu pun jika dalam kondisi hanya rawa-rawa yang terdapat di kanan kirinya.

Namun apa yang terjadi sekarang? Kanan kiri jalan itu sudah dibangun perumahan dan bangunan-bangunan lain yang tentunya akan mempercepat dan memperdalam amblesnya jalan. Keteledoran ini salah siapa? Mengapa tidak ada yang di-alarm-kan oleh adanya peringatan tersebut di awal?

Lihat, tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab atas akibat-akibat yang dibuatnya.

Apakah pemda yang kurang memperhatikan izin bangunan di sekitar tanah rawa. Atau pihak developer yang memgacuhkan peraturan yang ada. Ataukah macetnya komunikasi antara pihak pembangun jalan tol dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Atau bahkan salah alam ini? Oh, semua perlakuan manusia yang dengan egoisnya membuat daerah resapan menjadi tinggal seujung jari, yang menghapus hutan mangrove negeri ini di peta dan atlas, membombardir benteng pertahanan terhadap air laut di pulau Jawa bagian utara dan daerah-daerah lainnya, menghentikan ribuan pekerjaan, merendam ribuan tempat tinggal, dan menelanjangi negeri ini di mata dunia, hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi dan golongan. Blur saudara-saudaraku!

Gembar-gembor “visit Indonesia year 2008”, seperti yang kita ketahui bersama, baru terdengar pada akhir 2007 lalu. Pertanyaannya adalah, “Kapan, Apa, Dimana, Bagaimana persiapan untuk itu dilangsungkan?”

Bukankah seharusnya slogan tersebut sudah mondar-mandir sejak 2-3 tahun yang lalu, seperti di kebanyakan negara yang berani mengundang orang untuk datang? Yang berarti si tuan rumah sudah menyuguhkan hidangan matang dan lezat untuk tamunya.

Lalu apa yang negeri ini akan suguhkan pada tamu-tamunya? Cukupkah semua fasilitas dan kekayaan negeri ini untuk memuaskan para tamu?Kekayaan negeri yang dengan ‘monggo...’ diberikan kepada orang lain, dikeruk sedemikian rupa, dikuras habis harta negeri ini, sementara rakyatnya diperlakukan sebagai pembantu mereka.

Ataukah hanya jalanan yang becek? Banjir yang tak berkesudahan? Kemacetan dimana-mana? Ketidakpraktisan di sana sini?

Aku malu dengan negeri penuh olok-olok ini. Bercerminlah negeriku..


Lantas, apa yang akan mereka semua bicarakan di pertemuan seminar itu. Masih adakah nyali negeri ini untuk terus meneriakkan ‘Visit Indonesia Year 2008!’ ??

Mungkin ada benarnya perkataan seorang pengamat, Agus Pambadio, yang mengatakan bahwa seharusnya bukan “Visit Indonesia Year 2008”, tetapi lebih tepatnya “Finish Indonesia 2008”.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help